Ini
masih tentang Boni, kucing lucu yang sudah jadi piaraan semua penghuni kosan. Boni sudah bukan milik pribadi gua atau si tetangga, tapi semua memiliki
rasa yang sama buat Boni, sayang.
Boni,
kucing yang sebatang kara sama kaya si lebah Hachi, semoga saja masih pada ingat dengan film kartun itu. Kalau Hachi gigih buat
nyari dimana ibunya, Boni anteng dengan kehidupannya yang sekarang. Mungkin dia
sudah putus asa buat ketemu sama ibu atau bapaknya, memilih pasrah dan survive
menjalani hidup tanpa siapa-siapa, kecuali kami penghuni kosan Pak Asep yang
berbaik hati merawat dia dengan penuh cinta.
Gua
pribadi sudah mencintai Boni jauh sebelum penghuni kos yang lain merasa iba
dengan kehidupan Boni, dan hampir setiap malam Boni lebih memilih tidur di
kamar gua. Sebenarnya dia bukan gak mau tidur dengan temen-temen kosan gua
yang lain, cuma mereka seperti menutup pintu. Kasihan mungkin iya, tapi untuk
berbagi alas tidur dengan Boni mereka enggan. Katanya bukan karena mereka
gak mau, tapi masih takut dengan naluri binatang Boni. Wajar memang, gua saja
yang setiap malam tidur bareng dia sering baret-baret gara-gara di cakar, entah
itu tangan-kaki atau malah muka sekalian. Bagi mereka Boni tetaplah binatang
yang punya naluri memangsa tapi bagi gua, Boni tetaplah makhluk tuhan yang sama kaya manusia, punya
rasa.
Malam
ini Boni tidur pules setelah tadi di kasih makan banyak. Boni adalah kucing
yang gak pilih-pilih makanan. Selama ga lembek dan masih enak buat di gigit,
Boni makan lahap. Dan untuk pertama kalinya juga Boni lebih memilih tidur di
bawah rak piring bukan di samping gua. Mungkin saking ngantuknya jadi dia gak
sempat pindah ke atas kasur. Mirip sama gua, kalau sudah ngantuk berat,
dimanapun gua bisa tidur.
Pernah
suatu ketika selepas acara IMIKI (Ikatan mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia)
di Bandung dan ini pertama kalinya gua gabung di organisasi bertarap nasional,
gua tidur di emperan Ciwalk. Saking ngantuknya gua gak bisa ngikutin kemauan
teman-teman gua buat keliling mall, dan alhasil gua cuma nunggu di emperan
depan Jco sambil rebahan dan akhirnya gua ketiduran. Dan yang gak bisa gua lupain lagi, ketika gua bangun,
di depan sudah tersedia dengan mantap bekas gelas air mineral yang di isi koin.
Ah, gua hapal benar ini kerjaan temen-temen gua. But It’s ok, karena hal itulah
semua gak bisa gua lupain.
Belum
lagi ketika gua masih aktif-aktifnya hidup di kampus, hampir setiap waktu
bahkan tidur di kampus pun sering gua lakuin. Saking ngantuknya nunggu dosen,
gua biasanya tidur di saung perjuangan. Spot yang biasa gua dan kawan-kawan
seperjuangan gunakan buat diskusi dan ngebahas segala hal yang urgent
tentang organisasi dan permasalahan Banten dan Indonesia. Semua tinggal
kenangan, orang-orang dan juga organisasinya. Mungkin nama nya masih ada,
tapi gerakannya justru tak pernah keliatan. Bisa dibilang ini jadi masalah klasik
hampir semua organisasi kemahasiswaan masa sekarang, masuk angin. Entah karena
ada pihak-pihak yang masuk dengan memberikan hal-hal yang jauh lebih menarik
atau mungkin karena sudah lelah berjuang. Perjuangan memang hampir sama dengan
keyakinan (iman), terlalu pluktuatif. Jika tak diasah, perlahan akan
tipis dan akhirnya hilang.
Ngomongin
soal tidur dan si Boni kucing kesayangan, tentu gua paham betul kenapa kemudian
akhir-akhir ini Boni lebih sering tidur cepet, itu bagian dari perjuangan. Rasa
lelah setelah seharian mencari makanan ngebuat Boni jadi lebih sering capek. Gua
sendiri gak begitu sanggup nyediain makanan buat dia, seadannya, sepunyanya
saja, sisanya dia cari sendiri. Lagi pula ini bagian dari latihan juga, toh gak
selamanya dia akan hidup sama gua. Mungkin setelah gua gak nge-kos disini,
gua udah gak bisa lagi hidup sama dia.
Banyak
dari temen-temen gua juga yang sudah ambil jalan hidup masing-masing. Namanya juga
hidup, kadang ada pertemuan tapi perpisahaan adalah sebuah kepastian. Layaknya bayi
yang dilahirkan kedunia, suatu saat dia akan kembali pada sang Pencipta.
Seperti halnya kemarin, sebelum ada Boni, sahabat sekamar gua yang selalu
nemenin gua kapan pun. Karena dia sudah sadar, akhirnya perpisahan gak bisa di
elakan. Yang mngebuat gua nyesek sebenernya bukan perpisahaanya tapi kalimat “sudah
sadar” dan “seharusnya gua gak kenal lu sejak mahasiswa baru” ngebuat mental gua langsung
anjlok. But, yasudah lah namanya juga hidup. Setiap orang berhak mengambil
jalan hidupnya masing-masing, terlepas caranya bagaimana, itu hak masing-masing
juga. Toh bagi gua pribadi, gak nyesel pernah ketemu dan berbagi
apapun yang gua punya buat dia. Semoga semua bermanfaat. Mungkin memang Tuhan
punya rencana lain buat hidup gua, termasuk ngedatangin Boni di kehidupan gua.
Entah sudah berapa orang hadir dan kemudian pergi di kehidupan gua, termasuk di kehidupan kalian. Semua bukan tanpa sebab. Yakin lah bahwa semuanya sudah digariskan oleh Tuhan, termasuk perpisahan. Yang perlu di ingat bahwa efek kupu-kupu itu memang ada. Jika suatu saat kesuksesan menghampiri hidup kita maka jangan pernah lupa terhadap orang lain yang entah itu mengecilkan kita atau mendukung setiap langkah kita, karena bagaimanapun mereka memiliki peran dengan caranya masing-masing.
Perpisahan dan pertemuan sebut saja sebagai anugerah Tuhan. mempertemukan dua manusia untuk saling silaturahmi, menjajaki dan kemudian menghimpun menjadi ikatan saudara, kalau tak cocok tentunya perpisahan tak bisa dielakan, bahkan tak jarang kemudian berbalas kesakit hatian. Anggap saja itu anugerah Tuhan, tak perlu di sesali karena dari semuanya kita pasti akan dapat banyak pelajaran bermakna. Percaya saja bahwa apapun yang Tuhan kasih tidak akan pernah tidak memiliki manfaat. Bahkan, seonggok kotoran sapi pun bisa diolah menjadi pupuk.
Entah sudah berapa orang hadir dan kemudian pergi di kehidupan gua, termasuk di kehidupan kalian. Semua bukan tanpa sebab. Yakin lah bahwa semuanya sudah digariskan oleh Tuhan, termasuk perpisahan. Yang perlu di ingat bahwa efek kupu-kupu itu memang ada. Jika suatu saat kesuksesan menghampiri hidup kita maka jangan pernah lupa terhadap orang lain yang entah itu mengecilkan kita atau mendukung setiap langkah kita, karena bagaimanapun mereka memiliki peran dengan caranya masing-masing.
Perpisahan dan pertemuan sebut saja sebagai anugerah Tuhan. mempertemukan dua manusia untuk saling silaturahmi, menjajaki dan kemudian menghimpun menjadi ikatan saudara, kalau tak cocok tentunya perpisahan tak bisa dielakan, bahkan tak jarang kemudian berbalas kesakit hatian. Anggap saja itu anugerah Tuhan, tak perlu di sesali karena dari semuanya kita pasti akan dapat banyak pelajaran bermakna. Percaya saja bahwa apapun yang Tuhan kasih tidak akan pernah tidak memiliki manfaat. Bahkan, seonggok kotoran sapi pun bisa diolah menjadi pupuk.
Ngomongin
soal kucing, gua emang gak terlalu suka sama yang namanya binatang. Jijik,
lebih tepatnya geli kalau harus bersentuhan langsung sama mereka. Takut juga
kadang ada, takut di gigit, di cakar dan hal lain yang membahayakan. Tapi
dengan kehadiran Boni, gua jadi belajar banyak, bahwa bagaimanapun mereka
memang binatang yang punya naluri sebagai pemburu, dan mereka juga makhluk
Tuhan yang punya rasa. Dan gua bersyukur dengan kehadiran Boni di kehidupan
gua, sama halnya gua bersyukur dengan kehadiran orang-orang terbaik yang pernah
Tuhan kasih buat hidup gua.
Gua
jadi inget kata-kata sahabat sekamar gua dulu. “Ini Dunia, bukan Syurga” sebuah
kalimat sederhana yang sarat akan makna. Ini memang dunia, tempat dimana
kebaikan dan kejahatan kadang begitu sulit untuk diraba, jika salah sedikit
saja memaknainya maka jangan heran kalau kemudian pertumpahan darah bisa
terjadi. Ini bukan syurga yang didalamnya hanya ada kebaikan, ini juga bukan
neraka yang di dalamnya hanya ada keburukan, ini dunia sebuah dimensi perpaduan
keduanya.
Boni,
juga mungkin sadar bahwa ini dunia. Ada manusia yang baik sama dia, tapi gak
menutup kemungkinan ada juga manusia yang jahat sama dia. Boni selalu waspada,
sedikit saja di pressure, gigi nya yang sudah mulai tumbuh siap di tancapkan
kedaging sang pengusik, termasuk gua.
Boni,
di tengah kelelapan tidurnya, selalu ngasih gua inspirasi. Termasuk tulisan
malam ini, semua hadir karena Boni. Selamat tidur Boni, semoga Tuhan memberikan
kehidupan yang lebih baik untuk mu, untuk ku dan untuk orang-orang yang
sama-sama kita kasihi.







0 komentar:
Posting Komentar