Sabtu, 18 Januari 2014

LULUS ATAU D.O sebuah awal pilihan hidup

Hari-hari terkahir menikmati hidup itu memang sangat memuakan, apalagi kalau lu sudah tahu kapan lu akan mati. Eits nanti dulu. Jangan salah paham. Ini bukan soal mati beneran tapi mati sebagai mahasiswa.
Ya, gua adalah mahasiswa lama, kata orang sih mahasiswa abadi calon drop out. Saking lamanya di kampus mungkin banyak orang yang sudah mulai bosan ngeliat gua. Banyak alasan untuk mengungkapkan kebosanan. Ada yang mendorong gua cepet lulus karena terlalu menyia-nyiakan usia, ada juga yang mengumpat gua dengan cara-cara yang halus sampai ngehujat gua kalau gua orang bodoh. Mendorong gua untuk cepet ninggalin kampus dan ngegondol gelar sarjana komunikasi. oh shit, persetan dengan mereka.
Tapi apapun ekspresi kebosanan mereka gua ambil postifnya saja. Mereka mungkin beneran sayang sama gua. Dan saking bengalnya gua ga mau lulus-lulus, akhirnya mereka pun terpaksa mengumpat gua dengan hujatan-hujatan kasar. Itu semua adalah bentuk kasih sayang.
Gua udah kuliah di kampus ini dari tahun 2007. Berhubung gua orang yang gak suka mubadzir, jadi jatah 7 tahun yang pemerintah kasih buat gua kuliah di kampus ini, gua pake semuanya. 7 tahun boy gua kuliah disini, lama bener.
Kalau ditanya kenapa gua gak lulus, gua juga bingung sendiri. Kalau soal kapasitas otak, orang-orang juga udah tau siapa gua. Sory-sory jack, gua bukan orang yang bodoh-bodoh amat. Kapasitas otak gua boleh dibilang gurih-gurih nyoy. Mungkin hanya dosen saja yang bisa diskusi serius sama gua, tentunya soal komunikasi, jurusaan dimana gua ngedokem selama 7 tahun.
Alasan lain gua juga bingung sendiri. Mungkin karena gua sudah terlalu nyaman di kampus. Hidup sebagai mahasiswa buat gua enak dan membanggakan. Tapi apa kabar jika mahasiswanya gua pake lama-lama ya? Hahaha.
Gua sudah 3 tahun gak dapat jatah uang jajan dari keluarga. Itu salah satu bentuk perjanjian gua sma keluarga, kalau kuliah gua bakal dibiayai cuma sampe 4 tahun, sisanya gua harus banting tulang. Eits, ini serius banting tulang loh, lihat aja badan gua, isinya Cuma tulang tanpa daging. Jadi ini nyata bukan cuma kiasan.
Jadi dimana letak kenyamanan sebagai mahasiswa kalau tidak dari segi materi (red-uang jajan)?. Ya, kenyamanan akan kebersamaan. Entah kenapa gua selalu ngerasa nyaman kalau harus berkumpul dengan sesama mahasiswa. Dalam pikiran gua, cuma mahasiswa lah yang otaknya masih suci. Masih bisa diajak mikir bener dan lurus tanpa ada kepentinga licik di belakngnya, setidaknya itu yang gua alami selama ini. Kalaupun ada mahasiswa yang main licik juga, anggap saja itu oknum mahasiswa .heheh
Hidup di dunia organisasi membuat gua bisa mengenal lebih banyak hal. Lebih banyak ya, bukan paling banyak. Artinya gua bisa mengenal lebih banyak sesuatu ketmbang mereka yang gak ikut organisasi. Mungkin itu juga yang ngebuat gua dapet julukan mahasiswa calon DO. Terlalu nyaman di organisasi yang akhirnya membuat gua mengenyampingkan kuliah gua.
Banyak yang sudah ngingetin gua, bantu gua buat cepet lulus. Tapi tetep aja gua agak males sama yang namanya kata lulus. Sudah tak punya hasrat lagi buat jadi sarjana. Entah kenapa, padahal itu adalah cita-cita yang pernah ada di otak gua waktu masih muda.
Gua sangat ingin kuliah waktu itu, sampai-sampai gua rela nabung cuma buat daftar SPMB, dan yang jelas gua daftar di injurty-time. Hampir gak bisa kuliah. Namun karena tekad gua yang kuat dan dorongan salah satu sohib kental gua yang kenceng banget, akhirnya gua beranikan diri buat kuliah dengan modal seadanya, modal tabungan gua yang ga seberapa.
Tapi sekarang, gua ngerasa bahwa kuliah itu tidak terlalu penting. Itu juga mungkin yang ngebuat gua agak susah buat lulus. Sekarang pandangan gua soal pendidikan sudah berubah total. Bagi gua belajar itu bisa dimana saja, bukan cuma di bangku kuliah. Pendidikan tidak harus ditempuh melalui jalur formal, namun bisa juga dengan informal. Dengan hanya masuk forum-forum diskusi saja, kita sudah bisa pintar. Bahkan kalau boleh gua akui, apa yang gua dapat sekarang bukan dari bangku kuliah, tapi dari forum-forum diskusi yang sering gua ikutin.
Tahun ini, 2014. Adalah tahun terakhir gua ada dikampus. Mau tidak mau dan suka tidak suka gua harus hengkang dari kampus dan meninggalkan status gua sebagai mahasiswa. 7 tahun adlah batasan akhir kuliah di kampus negeri. Ah, kalau aja gua dikasih kesempatan 1 tahun lagi, pasti bakal gua pake hahaha
Gua mulai kebingungan. Saking lamanya ga kuliah, gua udah lupa gimana caranya duduk dibangku kelas dan ngedengerin dosen mindahin materi dari power point ke ruang-ruang udara yang dihembuskan kipas angin kelas. Dan gua baru merasakan bahwa dosen-dosen selama ini telah salah menilai mahasiswa. Para doesn seolah menjadikan mahasiswa boneka bersuara. Tinggal rekan suara dan boneka itu akan dengan fasih mengikutinya. Ah, kenapa pula metode pengajaran dosen harus seperti itu.
Mahasiswa jarang sekali dilibatkan dalam proses pengaembangan ilmu pengetahuan, doktrinasi dan terus saja doktrinasi yang dilakukan para dosen. Mahasiswa menjadi kacung berlabel pendidikan.
Ah sudahlah, gua ga perlu rept-repot lagi mikirin hal yang kaya begituan, waktu gua dikampus sudah sebentar lagi, sudah injury-time.  Pilihannya Cuma dua LULUS atau D.O.
Logika mulai gua bangun kembali. Gua timbang-timbang keuntungan dan kerugian dari kedua pilihan itu. Setidaknya kalau gua lulus, gua akan dapat 2 hal. Pertama gua dapet ilmu yang kalapun bukan didapat dibangku kuliah setidaknya itu gua dapatkan sebagai mahasiswa, dan yang kedua gua akan dapat gelar sarjana. Oh bangganya. Damn.
Jadi, keputusan yang bakal gua ambil di tahun 2014 ini, gua harus sesegera mungkin mengakhiri status lajang gua. Sudah seharusnya gua berdampingan dengan si Sarjana yang selalu diributkan orang itu. Nurhaedi, S,Ikom. Wow, setidaknya nama gua sedikit lebih panjang. Hahah
Sekarang, setelah keputusan ini gua ambil wajib hukumnya mikirin apa yang harus gua lakuin selanjutnya. Hem..sepertinya mengubah citra gua melalui tulisn seru juga.
Ya, gua akan coba merekam setiap jengkal hidup gua di blog ini, sejak menapatkan tambahana nama S.Ikom sampai menjelang dapet gelar Alm.
Inilah gua yang baru Nurhaedi, S.Ikom, C.Alm