Kita tak pernah tahu kapan ajal datang mengahmpiri, memisahkan ruh dari raga pinjama sang pencipta.
Kita tak bisa melakukan apapun keculai hanya menanti dan menanti. Entah sampai kapan, tak ada satupun yang tahu.
Tuhan memang maha penyimpan rahasia dan kita tak akan pernah mampu menjangkaunya.
Sekeras apapun kita berusaha menebak, sepintar apapun kita berusaha menjawab maka akan tetap bertemu pada satu noktah kemustahilan.
Ruh dan maut hanyalah Tuhan yang tahu, hanyalah Tuhan yang mengatur. Kita, sekali lagi tak akan mampu menjangkaunya.
Manusia tak lebih dari wayang-wayang yang dimainkan sang Dalang. Semua tentu sesuai kehendak dalang. Berjalan ke timur lalu kemudian ke barat, berbelok ke utaran lalu ke selatan.
Tak ada yang bisa menolak, mengangguk kepala adalah mutlak.
Semua sudah di atur oleh manajemen sang pencipta.
Semua sudah sesuai kehendakNya.
Ingin melawan, lagi-lagi akan bertemu pada kemustahilan.
Jangan lah congkak
Jangalan sombong apalagi merasa diri menjadi paling benar.
Tak ada yang benar dan salah dalam hidup ini, yang ada adalah bagaimana cara kita menyikapi sebuah kebenaran dan ketidak benaran itu dengan kuasa sang khalik.







0 komentar:
Posting Komentar