Kalau kau merasa nyaman kenapa juga haraus mengeluh atas apa yang sudah menjadi pilihan hidup. Sudahlah nikmati saja semua, toh kesakit hatian yang sekarang di rasakan adalah buat dari pilihan yang diambil.
Kenapa ketika rasa senang menyelimuti ruh, tidak ada satupun yang di salahkan, atau bahkan di puji. Tapi ketika awan hitam pekat datang dalam kehidupan, Kontan semua yang ada di dekat mata menjadi salah.
Ini namanya hidup, kadang ata senang, begitu juga susah. Ini realita, mungkin hari ini kita bahagia, tapi bisa saja sedetik kemudian kita mengecap sakit hati yang teramat dalam.
Sudah jangan di buat susah, lebih baik dinikmati saja semuanya.
Mengeluh adalah kesesatan, karena dengannya lah kita akan merasakan penyesalan yang amat dalam. Jangan pernah bersedih atas pemberian yang tak mendapatkan sapaan terima kasih, atau kesalahan yang orang buat tanpa berbalas kalimat maaf. Biarkan lah mengalir, berhembus layaknya angin. Kadang bisa menyejukan, tapi bisa juga membuat bangunan roboh.
Ini realita, diorama yang penuh dengan objek. Ini bukan patamorgana, ini realita. sekali lagi ini adalah realita yang harus di hadapi.
Kita bagaikan diorama, yang memiliki puluhan ruang dimensi yang bisa menyimpan segala hal. Termasuk bahagia dan kesedihan dalam satu ruangg. Jika senyum bisa tersimpah indah, kenapa kesedihan juga tak mampu dileburnya menjadi senyuman renyah?
Meleburlah menjadi satu, sebuah diorama yang penuh dengan dimensi materi yang menyatu dalam satu ruang.
Jiawa adalah manifestasi dari ide, jiwa adalah materi dan segala sifat adalah ide. maka meleburlah. Hilangkan segala keluh kesah dengan terus meleburnya menjadi senyum renyah.








0 komentar:
Posting Komentar